PONDOK MUTIAH

..::Buka Mata Luaskan Pandangan::..

^_^... Makassar, 091209 jam 01.00 wita... waktu dini hari, sedang memaksakan mata ini terpejam untuk berisitirahat... (insomnia kembali datang)

ngasi catatan bukan karena ikut2an sama 2 seniorku yg lg sibuk ngeTag, hehehehe (lirik kakak indri dan kakak uyun)

lebih karena beberapa hari ini, merasa kurang nyaman dengan berbagai situasi yg mau tidak mau harus dihadapi... dan keprihatinan tentang seorang akhwat (dimana2 tema kahwat tak pernah habis, sampe2 buku Materi Terbiyah Keakhwatanpun ada).. inilah, istimewanya seorang akhwat...

di malam ini, izinkan ku mengirim Surat Cinta sebagai tanda sayang dan cintaku pada ukhtiku semua... (maap neeh, aye copas juga dari blog temen + dari milist daarut Tauhid)



**********************************************************************************



Ukhti....

Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju
ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion
atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat
perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan.., bahkan bisa jadi
kerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa
mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.



Ukhti....

Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu
bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu,
teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan
buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadari melalui
ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan
aib teman dekatmu melalui lisan manismu.



Ukhti....

Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi
akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu,
pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang
menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.



Ukhti....

Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju
yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak
palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan
nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu
ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan
orang lain.



Ukhti…

Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah
malam-malammu dilewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun ditengah
malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud
mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan
terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti
dengan tebalnya selimut setan dan di nina-bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu
bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.



Ukhti....

Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan
keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya
seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan
kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu
saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu
maksiat....!!!



Ukhti....

Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang
antum punya hanya titipan ketika muda, apakah setelah tujuh puluh tahun kedepan
antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya dijadikan
perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman
busukmu.



Ukhti....

Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan
semangatmu untuk berani menundukkan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang
akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu
pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.



Ukhti....

Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan
tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina,
pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kevil tertembak mati, atau
dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana
rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahid-mujahidah teladan.



Ukhti....

Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati
saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu
masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan
manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa
jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan
berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati
mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa
lezatnya hidup dalam kemuliaan islam.



Ukhti....

Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Kholikmu, antum
adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua
penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu
dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan
terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu,
banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling
kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba....??!!



Ukhti....

Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit
yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri
ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling waaah, merasa diri
paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang
lain, sesombong itukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya
cintamu.



Ukhti....

Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola,
sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong dan
mengkhawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun
infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan,
maukah antum diberi rizqi sepelit itu.



Ukhti....

Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin-kamis yang antum
laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu
bergelora untuk dilaksankan tapi, semangat ruhani tanpa disadari turun drastis,
puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin-kamis yang dirasakan
terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang
antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah
memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.



Ukhti....

Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang
sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum
lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan
selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya
bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan
banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi... antumlah yang
memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.



Ukhti....

Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rasulullah SAW
sebagai panutanmu.



Ukhti....

Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholikmu,
masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat
malammu?



Ukhti....

Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama
harummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid
akan segara menghampirimu.



Ukhti....

Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini
bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang
syuhada akan menjemputmu dipelaminan hijaumu.



Ukhti....

Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga
Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi
berbanggalah
ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup
sehari-harimu.



Ukhti....

Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung
kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan
kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan
sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus dilakukan sebelum tidur, antum
tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai
kapan akhlak busuk mu dilupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai
moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkan
ikhwah yang baik.



Ukhti....

Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah
yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang
antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang
solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan
diri menjadi seorang mujahidah yang solehah.



Ukhti....

Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum,
seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang
tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantu
orang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi,
jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat
solehah.



Ukhti....

Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat
seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata
harimau mencari mangsa, atau tundukan pandanganmu hanya menjadi alasan belaka
karena merasa berkerudung besar.



Ukhti....

Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah
antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak
acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang
lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat
yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan
akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.



Ukhti....

Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan
brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua
orang menginginkan istri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi istri
solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.


*********************************************************************************

Nasehat ini ditujukan spesial buat saudari2ku dan diri saya pribadi, semoga bermanfaat...
Mohon maaf, kalau ada yg kurang berkenan...

^_^


Lanjut Baca deh......


Ahay, dapat award lagi. Ini yang ke 5 kalinya, dan yang ke- 2 kalinya dari Mas Andri (yg pertama ada di fesbuk). Kali ini tentang sahabat. Kata Mas Andri, Selamat Menikmati :D.. oke, dinikmati saja. Ku kerja ni PeeR (eh award) sambil dengar Teman Sejati-nya Brothers (music). BAgi-bagi awardnya sejak tanggal 18 Oktober. dah berapa hari buatnya, tapi baru di posting sekarang.. :D



SAHABAT

Sahabatku bukan malaikat, dia gak punya sayap n gak bs terbang ke langit, tapi dia selalu membantuku untuk terbang.. Sahabatku bukan profesor, dia gak bisa menghafal seribu ilmu, tapi dia bisa menjelaskan dunia kpadaku.. Sahabatku bukan pelawak n badut, dia gak lucu tapi dia bisa menghiburku.. Sahabatku bukan tuhan yang slalu mengabulkan kebutuhan harapan tapi dia membuatku mengerti kalo kami saling membutuhkan..

Buka-buka sms berharga yang masih tersimpan di inbox hapeku dan ketemu nie sms yang dikirimkan oleh salah seorang juniorku dikampus, thank’s sizt, luph u pull.. (cozy)

Yaa, memang seperti itu seorang sahabat. Melalui seorang sahabat pula kita bisa berkaca, seperti apa diri kita. Karena, sudah menjadi tabiat manusia, dalam berteman akan terjadi saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain.

Nabi SAW pun mengingatkan: “Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamubisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium ban wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap“. (HR.Bukhari & Muslim).

Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi insiden kecil sebagai warna-warni dan tempat belajar saling memahami karakter masing-masing...

Kini dengarkanlah dendangan lagu tanda ingatanku, kepadamu teman, agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu. Kenangan bersamamu tak kan ku lupa walau badai datang melanda, walau bercerai jasad dan nyawa...

Singkat dan padat...


NAh, tiba saat yang ditunggu-tunggu..... Saatnya meneruskan tongkat estafet award ini ke sahabat blogger...
>> Cara mainnya gampang, cukup pasang GAMBAR AWARD diatas
>> Arti sahabat menurut kalian...

mereka yang beruntung...
--> De, teman baruku di blog
--> Kadriani, sahabat berbagi cerita kadang jadi tempat sampah dan pendatang baru di dunia blog
--> Neng Ucrit, teman dari plurk yang memperluas silturrahim sampe ke blog

selamat bekerja dan selamat menikmati (goodluck)

Lanjut Baca deh......


Makassar 05 November 2009 , 01:25 wita
Sahabat, ketahuilah..
Tak selamanya
wajah tersenyum tiap kali engkau temui itu berjalan di jalanan aspal yang mulus
bahu tegar tempatmu bersandar dan melepaskan keluh kesah mampu bertahan dengan kekuatannya
bahkan, tidak menutup kemungkinan… ia rapuh, dan membutuhkan topangan yang kuat KUAT KUAT
Karena, ini kenyataan.. dia dan dirimu berbeda....

Insomnia insomnia insomnia…
Mata belum terpejam sampai selesai menulis tulisan SAMPAH ini
Diremtni murottal Syekh Musyari Rasyid, sambil murojaah hafalan
Sekelumit pikiran bersatu menjadi Satu adonan utuh
Rabb, rasanya tak kuat bahu ini menahan semuanya
Ketika lingkungan mengharapkanku menjadi sosok yang lebih dewasa dari usia seharusnya
Ketika dihadapkan dengan tanggung jawab sebagai tonggak keluarga saat ini
Ketika celotehan orang-orang bertanya, "Sudah sarjana ya?? kapan selesei kuliahnya??"
Berdiri dengan kondisi dilema… aaaggggggghhhhhhhhhh
Hanya bisa menangis, CENGENG… dan menulis tulisan SAMPAH ini..
Mencari sosok yang bisa mengerti apa yang sedang kurasakan
Tapi belum kutemukan yang pas, kecuali diriMu.. denganMU.. yaa PadaMU.. Sang Penguasa
(ingat celetukan MR.ku “kayaknya memang butuh teman berbagi yang lebih dewasa lagi tuh dek”. hahahaha no comment untuk itu)

Entah, apa ini jawaban dari istikharahku..
Dengan Azzam yang kuat, kulangkahkan kaki ini sebagai seoranga anak yang merasa bertanggung jawab terhadap keluarga
Dengan konsekuensi siap menerima hasil pengrbanan dari apa-apa yang selama ini telah kujalani
Berat.. memang berat, tapi mungkin ini yang terbaik
Bahkan teman-temanku pun tak memahami keputusan ini
Sudahlah, mungkin ini jalanku..
Karena kuyakin, semua akan indah pada waktunya
Ada surprise yang Allah kan berikan
(teringat kisah klasik orang-orang sukses, semoga saya bisa mengikuti jejak mereka)


“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS Al-Baqarah:286)

waktunya istirahat, sambil menunggu mata bengkak ini normal kembali
semoga bangun dengan adzan subuh, mata ini bisa melek tubuh segar
pekerjaan rumah menanti, ada syuro jam tujuh pagi dan kuliah stengah 8

masih dihari dan tempat yang sama, 02:15 wita
ditutup dengan :

"Yaa ayyuhannafsul muthmainnah. 'Irji 'ii ilaaRabbiki raadhiyatanmmardliyyah. fadkhulii fii 'ibaadi . wad khulii jannatii "

"wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan di ridhaiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surga Ku" QA. Al Fajr: 27-30

Lanjut Baca deh......

Terinspirasi dari tretnya Serge di Plurk malam ini (harusnya posting kali ini tentang AWARD PERSAHABATAN :doh:), awalnya cuma ngetes dan penasaran.. Saya itu termasuk type orang kayak gimana menurut ilmu psikolog.. Ya, coba-coba ketik di search enggine dengan keyword TES KEPRIBADIAN dan hasilnya IDEALIS SPONTANITAS....


Tipe Pelaku Santai adalah orang-orang yang ramah dan bahagia. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain. Cerdas, pandai bicara, jenaka dan penuh pesona, mereka suka menjadi pusat perhatian. Mereka tidak suka sendiri. Semangat hidup mereka membuat orang lain merasa nyaman ditemani mereka dan membuat mereka cepat mengenal orang lain. Tipe Pelaku Santai menikmati saat-saat terbaik dari tiap kesempatan – banyak orang tipe ini berbakat membuat seluruh hidup mereka bagaikan suatu pesta besar. Kebosanan tidak akan terjadi jika ada mereka karena mereka sangat pandai menghanyutkan orang lain dengan antusiasme, suasana hati riang, dan optimisme mereka.

Pemikiran abstrak dan filosofis mendalam mengenai arti kehidupan tidak terlalu menarik minat tipe Pelaku Santai. Mereka pragmatis, realistis, dan benar-benar hidup dalam kekinian. Dalam bekerja mereka juga lebih suka jika semuanya sudah siap sehingga mereka bisa menjalankan tekad mereka dengan sebaik-baiknya. Tidak masalah bagi mereka menangani beberapa tugas sekaligus dan mereka justru gemilang di saat genting! Kegiatan dari beragam bidang dengan banyak kontak sosial sangat tepat bagi mereka. Orang juga jarang menemukan mereka berdiam diri saat waktu senggang; karena sifat mereka yang terbuka dan penuh rasa ingin tahu, kebanyakan dari mereka memiliki banyak hobi dan minat. Mereka tidak takut akan hal-hal yang belum mereka ketahui: karena mereka luwes dan kreatif, dengan cepat mereka menyesuaikan diri dengan situasi-situasi baru dan memanfaatkannya dengan baik. Kadang-kadang mereka terlibat konflik dengan peraturan atau hirarki yang ketat, yang langsung membuat mereka merasa terpasung hingga berontak terhadapnya.

Sebagai teman, tipe Pelaku Santai adalah orang-orang murah hati dan gemar menolong yang sangat mementingkan hubungan harmonis dan suasana yang mendukung. Sikap mudah bergaul mereka membuat mereka memiliki lingkaran besar pertemanan dan mereka suka jika rumah mereka dipenuhi beragam tipe tamu. Dengan senang hati mereka melarutkan diri pada suasana hati dan minat mereka yang spontan ke dalam satu atau dua hal penting saja. Ini membuat mereka kelihatan agak tidak bisa ditebak bagi mereka yang memiliki sifat lebih pendiam. Saat sungguh-sungguh penting, Anda bisa mengandalkan mereka seratus persen. Sebagai pasangan, mereka kreatif, bergerak cepat, dan imajinatif – asalkan pasangan mereka tahu bagaimana membuat mereka terpesona. Mereka nyaris tidak bisa tahan dengan kebosanan atau rutinitas dalam suatu hubungan. Mereka sama sekali tidak menyukai konflik; jika sebuah hubungan jadi membutuhkan terlalu banyak ketahanan atau upaya, mereka cenderung menarik diri dari hubungan tersebut dan mulai mencari pasangan baru. Namun demikian, jika Anda berhasil terus menyalakan rasa ingin tahu mereka dalam jangka panjang dan memberi mereka kejutan dari waktu ke waktu, Anda akan mendapatkan pasangan yang setia dan penuh cinta.

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: ekstrovert, praktis, emosional, spontan, antusias, ramah, senang bercanda, riang, suka bicara, santai, toleran, bahagia, menyenangkan, murah hati, luwes, lihai, menarik, berorientasi pada hubungan, gemar berpetualang, menyukai keriaan, kreatif, suka menolong, menyukai tindakan, tidak kaku, mudah bergaul, terbuka, peka, mudah tersinggung, tidak mudah ditebak, penuh rasa ingin tahu, angin-anginan.

(blush)

Lanjut Baca deh......

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.

Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :

Abdul Muthalib Sangadji
Purnama Wulan
Abdul Rachman
Raden Soeharto
Abu Hanifah
Raden Soekamso
Adnan Kapau Gani
Ramelan
Amir (Dienaren van Indie)
Saerun (Keng Po)
Anta Permana
Sahardjo
Anwari
Sarbini
Arnold Manonutu
Sarmidi Mangunsarkoro
Assaat
Sartono
Bahder Djohan
S.M. Kartosoewirjo
Dali
Setiawan
Darsa
Sigit (Indonesische Studieclub)
Dien Pantouw
Siti Sundari
Djuanda
Sjahpuddin Latif
Dr.Pijper
Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
Emma Puradiredja
Soejono Djoenoed Poeponegoro
Halim
R.M. Djoko Marsaid
Hamami
Soekamto
Jo Tumbuhan
Soekmono
Joesoepadi
Soekowati (Volksraad)
Jos Masdani
Soemanang
Kadir
Soemarto
Karto Menggolo
Soenario (PAPI & INPO)
Kasman Singodimedjo
Soerjadi
Koentjoro Poerbopranoto
Soewadji Prawirohardjo
Martakusuma
Soewirjo
Masmoen Rasid
Soeworo
Mohammad Ali Hanafiah
Suhara
Mohammad Nazif
Sujono (Volksraad)
Mohammad Roem
Sulaeman
Mohammad Tabrani
Suwarni
Mohammad Tamzil
Tjahija
Muhidin (Pasundan)
Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
Mukarno
Wilopo
Muwardi
Wage Rudolf Soepratman
Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.

Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong.
2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie

Lanjut Baca deh......

Tiba-tiba ada niat mau nulis tentang situs jejaring sosial yang pernah menjebakku sign up di dalamnya, banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa di ambil dari situs2 pertemanan ini.
Ku urutkan dari paling pertama yak…


1. Friendster…
Hahay, situs yang sempat membuatku eksis di dalamnya, dengan akun Mutiah… Mulai dari coba-coba sampe edit tampilan, memakai banyak aplikasi, add teman dan mengapprove teman… baca-baca buletin , inbox-inbox, komen di profil teman.. hahahaha.. dan akhirnya bosan dengan frenster dan meninggalkan 319 teman didalamnya… Jarang lagi berkunjung kesana, kenapa yah?? Tauk deh….

2. My YearBook
Hah, my yearbook.. kalo dak salah pernah dijebak masuk sama id Ayasmonsterz_025.. dak ngeh, ini apaan dari awal sign up sampe sekarang. Cuma ngeKlik yes-yes doank, dan berhasil membuat akun dengan Mutiah AlBanna… (lmao)

3. HI5
HI5, kenal dari siapa yak??? Lupa… tapi yg jelas, saya juga masih dak ngeh dengan HI5, meskipun punya 113 teman.. hehehehehe

4. Plurk
Nah, ini dia nih.. awalnya Cuma liat-liat Ismi Muthiah yg lagi ngeplurk.. wah kayaknya seru, coba-coba buat akun tapi masih belum tau caranya… kalo dak salah buat akunnya bulan November 2008. Tapi karna masih blum tau ni diapakan. Sempat nanya ke Kak Nawir juga, tapi jawabannya dak memuaskan. Jadilah ku mencari jawaban, bagaimana sih cara main di plurk.. hahahay, akhirnya ketemu juga.. dak hapal banget cara-caranya sampe skarang. Sempat meninggalkan plurk beberapa bulan dengan karma 84,58 dan teman 130-an. Karena apa yah?? (thinking). ditinggal beberapa bulan tanpa di liburkan otomatis tu karma jeblok blok blok blok, dan emo-emo lucu pun menhilang, hikzzz. Dan bulan kemarin, memulai plurk kembali dengan karma 0,00.. cihuy, hidup ngePlurk ayo kita ngeplurk (serasa CLBK gitu deh). Mulai dari Nol lagi yak (rock)…
Dan kayaknya di plurk, jauh lebih aman daripada situs pertemanan lainnya deh. Meskipun banyak juga yang profesinya jadi Spammer tapi tak apalah, memang di plurk bisa jadi tempat menuangkan uneg-unegnya, kadang ada yang kayak nulis agenda, tiap detik di update, ada yang jadikan plurk sebagai tempat sampah juga, ada yang berbagi ilmu, ngasi taujih dan keluar apa adanya. Makanya title di plurk ku, “My MicroBlog”.

5. Facebook
Lagi-lagi ini karena liat Ismi yang lagi ngeFesbuk. Nanya apa itu fesbuk, trus coba-coba buat akun dengan nama Mutiah AlBanna, lama-kelamaan. Lho koq ternyata ayik juga main fesbuk. Banyak aplikasi, quiz ngaco, bisa berbagi notes, tapi paling tidak ku suka kalo ada yg ngetag foto. Foto itu privasi lho. 2 kali ganti nama di fesbuk, dan sekarang Mutiah Arsyuddin. Jumlah teman sekarang sekitar 900-an, dan ternyata tidak semua teman yg ada disitu yang ku kenal bahkan tak pernah disapa. Sekarang merasa aneh dengan ulah fesbuk, entah karena usernya atau memamng si pemilik fesbuk itu (susah nyebut namanya). Akhirnya, tepatnya 2 hari yang lalu, kuputuskan untuk menon-aktifan akun fesbuk ku. Awalnya karena ternyata banyak teman yang sedikit nyelenah, tadinya mau dihapus (mikir untuk menyeleksi 900 teman, kira-kira makan waktu berapa lama. kAyak kurang kerjaan saja) akhirnya kuputuskan untuk menonaktifkan, dan ternyata banyak dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh fesbuk, meskipun kata Kak Illa : kita bisa berbuat baik dimana saja termasuk fesbuk.. betulll, tapi ini pilihanku. Nantilah kita liat, apa ku kan kembali di fesbuk atau tidak. (katanya banyak yang meridnukanku di fesbuk, hwehehehehehe)

6. Twitter
Dak jauh beda dengan My Yearbook dan HI5, tapi yang ini Cuma iseng buat akun tanpa ada yang m’invite. Aseli aseli aseli gak tau cara makenya. Hehehe.

7. Koprol
Yang ini di undang sama Kang dhodie, tapi gak pernah di jenguk lagi. Agak susah aksesnya. Maaf Kang (goodluck), jadinya menjarah space.

8. Cybermq
Hmm, kalo yang ini liat spupuku yg lagi login di cybermq. Coba-coba buat akun, banyak kontennya jadinya lambat kalo akses di hape. Sekarang dak pernah di update, tapi biasanya dapat taujih dari sana. Temanku Cuma satu, hehehehe.

9. Muxlim.com
Kontrofersi Halal-Haram fesbuk, sempat buat akun di muxlim.com dengan nama Mutiah. Tapi gak jauh beda dengan yang twitter, HI5, dan myyearbook. (lmao).

Dari situs2 di atas, dak jarang saya m’hapus atau ignore teman (MAAF). Dan pasti siap untuk dihapus juga.
Dan sampe sekarang yang masih eksis adalah Yahoo Messenger (ini masuk situs jejaring sosial dak?) dan Plurk..
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari situs2 ini :
• Berani membuka diri dengan pergaulan luar
• Siap menerima perbedaan dengan banyak orang, karena manusia memang mahluk sosial
• Update perkembangan secara global (red_gaul)
• Membuka pandangan tentang dunia luar, memang banyak hal yang perlu dipelajari
• Semakin selektif memilih sahabat
• Dll……….

Thank’s to sahabat-sahabatku di situs-situs ini dan tak lupa teman-teman blogger, apalah arti hidup tanpa tak berkawan. Yang tak bisa disebut satu-persatu…


*****Tak bisa aplot gambar***** hikzzzzzz

Lanjut Baca deh......